Ramalan Jayabaya Tentang Pengganti Presiden Jokowi Dikenal Luas dan Lebih Tegas, Berkahira Ga atau Go

0
100

bacasaja.info Begini Ramalan Jayabaya yang seringkali dipercaya oleh banyak orang, Ramalan Jayabaya dibuat oleh Kerajaan Kediri yakni Prabu Jayabaya.

Ramalan Jayabaya tersebut kabarnya selalu menjadi nyata dan tidak pernah meleset.

Meski begitu, keberadaan ramalan Jayabaya yang termaktub dalam Kitab Musasar sering diragukan mengenai keaslian ramalannya.

Ramalan Jawa ini menjadi hal yang dinanti banyak orang karena disebut terbukti dan terjadi dengan benar adanya.

Beberapa bukti tersebut diantaranya adalah saat Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar di Nusantara hancur, hal tersebut ternyata sudah diramalkan oleh Jayabaya.

Hal lainnya seperti penjajahan oleh bangsa Belanda dan Jepang yang juga merupakan hasil ramalan dari Jayabaya.

Ramalan Jayabaya juga mengungkap sosok pemimpin yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Dalam ramalan Jayabaya ini, disebutkan arti dari pemimpin yang mengatur negara Indonesia.

‘Noto’ artinya menata, dan ‘Negoro’ yang artinya Negara. Jadi, pemimpin Indonesia adalah orang yang akan menata atau mengatur Negara Indonesia ini.

Pemimpin proklamator yaitu Soekarno dari ‘No’, Soeharto dari ‘To’, Susilo Bambang Yudhoyono dari ‘No’, dan Joko Widodo, yang dulu waktu kecil bernama Mulyono dari ‘No’.

Pemimpin lainnya seperti BJ Habibie, Gus Dur, serta Megawati tak termasuk dalam hal tersebut karena tidak memimpin Indonesia dalam satu masa periode, melainkan hanya memimpin pada masa transisi saja.

Menurut rentetan aksara Jawa yang sesuai, pemimpin pengganti Presiden Jokowi akan memiliki huruf akhir ‘Ga atau Go’.

Hal ini dihubungkan dengan dua nama yang diisukan akan maju dalam putaran Pilpres 2024 yang memiliki akhiran nama tersebut.

Adapun kedua nama tersebut ialah Gatot Nurmantyo dan Ganjar Pranowo.

Dalam aksara Jawa, kedua nama tersebut memiliki nama ‘Ga atau Go’. Selain itu, Baik Ganjar Pranowo atau Gatot Nurmantyo kerap dikaitkan dengan deretan prestasi saat memimpin daerah dan pasukannya.

Meski demikian, ramalan Jayabaya tersebut tak harus dipercaya karena beberapa hal belum terbukti nyata.

Keyakinan mengenai ramalan Jayabaya tersebut kembali pada tangan masing-masing orang yang mendengarnya. Hanya waktu yang bisa menjawab mengenai ramalan tersebut apakah benar atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here