Sakit Hati Dituduh Mencuri Listrik, 6 Tetangga Di Habisi Dengan Celurit

0
272

Bacasaja.ifno Asal mula seorang pria yang membacok 6 tetangganya pakai celurit secara membabi buta, Pelaku diduga sakit hati dituduh mencuri listrik, Akibat perbuatan pelaku, seorang warga meninggal dunia.

Peristiwa penganiayaan oleh HE (54) warga Desa Argopeni Kecamatan Kabupaten Kebumen terhadap 6 warga tetangganya menyita perhatian publik.

Karena diduga sakit hati, HE secara membabibuta membacok para tetangganya dengan celurit sepulang dari sawah.

Nahas, satu orang di antaranya, HAL (60) harus meregang nyawa karena usai tubuhnya terkena sabetan celurit pelaku.

Padahal peristiwa kekerasan, apapun bentuknya mestinya jangan sampai disaksikan oleh anak.

Peristiwa itu akan mengganggu perkembangan mental mereka.

AK bukan hanya menyaksikan kejadian sadis di depan mata, anak itu bahkan mengalami langsung peristiwa tersebut dan menjadi salah satu korban di antaranya.

Anak malang itu mengalami luka robek pada beberapa bagian tubuhnya setelah disabet menggunakan sabit oleh pelaku.

Di sebuah kamar RSUD Dr Soedirman Kebumen, Kamis (18/3/2021), bocah itu menangis. Ia masih menahan sakit yang tak pernah dibayangkannya sebelumnya.

Anak itu AH dan SR dan MA yang juga menjadi korban dalam insiden itu terlihat masih ketakutan atas kejadian yang menimpa ia dan keluarganya.

Dengan mata berair, anak kecil itu menanyakan kondisi Desa Argopeni tempat tinggalnya kepada Kapolres Kebumen.

Dari pertanyaannya, jelas anak itu masih menyimpan ketakutan mendalam untuk pulang ke rumah.

“Argopeni sudah aman ya Pak. Kangen sama Kakak,” tanya korban AK sambil menangis.

Kapolres pun menenangkan anak itu dan meyakinkan bahwa tempat tinggalnya sudah aman.

Pernyataan orang nomor satu di Polres Kebumen itu sedikit mengobati rasa trauma yang melanda batinnya.“Iya Dik, aman.

Sudah diamankan sama pak polisi,” sahut AKBP Piter meyakinkan korban AK.

Kapolres menjenguk para korban bersama Waka Polres Kebumen Kompol Arwansa serta pejabat utama Polres serta Kapolsek Kebumen AKP Tarjono Sapto Nugroho di bangsal Teratai RSUD Dr Soedirman Kebumen.

AKBP Piter memberikan motivasi serta semangat kepada korban, serta meyakinkan akan memproses tuntas kasus tersebut.

“Yang sabar ya bu. Semoga cepat sembuh,” ucap Kapolres kepada korban SR (35), ibunda AK yang sedang terbaring setelah menjalani operasi.

SR tidak bisa maksimal mencurahkan perhatian ke anaknya, AK yang sakit karena ia sendiri terluka hingga harus terbaring di rumah sakit.

Penganiayaan yang dilakukan tersangka HE kepada keluarga MA tetangganya diduga dipicu oleh sakit hati dan dendam lama.

Selain MA, data dari Kepolisian, korban dalam peristiwa itu, yakni HAL (60) ibu dari MA meninggal dunia di lokasi kejadian setelah ditebas sabit.

Korban HAL mengalami pendarahan serius setelah mendapat luka bacokan pada tubuh bagian bawah ketiaknya, sehingga nyawanya tidak tertolong.

Istri MA, yakni korban inisial SR (35) serta anaknya laki-lakinya AK (8), turut menjadi korban.

Korban lainnya, yakni tetangga tersangka yang mencoba melerai, yakni WU mengalami luka cukup parah setelah terkena sabit di pergelangan tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here