KKB Akan Segera Tertangkap, 100 Personil Sudah di Tempat Distrik Beoga

0
81

 

bacasaja.info 100 personel Satgas Nemangkawi sudah berada di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (15/4/2021) siang.

Kehadiran mereka di Beoga untuk menindak kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker dan Lekagak Telenggen, yang telah berulah di wilayah tersebut sejak 8 April 2021.

“Kemarin (14/4/2021) personel TNI sebanyak 50 prajurit sudah berada di Beoga, tadi juga sudah diberangkatkan 50 personel dari Polri. Jadi sudah ada 100 personel gabungan yang berada di Beoga,” ujar Wakil Satuan Tugas (Wakasatgas) Hubungan Masyarakat (Humas) Nemangkawi AKBP Arif Fajar Satria melalui keterangan tertulis, Kamis.

Tiba di Beoga, Satgas Nemangkawi membuat parameter pengamanan Lapangan Terbang Beoga agar aktivitas penerbangan kembali efektif.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudusy mengatakan, 100 personel Satgas Nemangkawi di Beoga dipimpin langsung oleh Kaops Nemangkawi Polri Brigjen Roycke Harry Langie dan Kaops Nemangkawi TNI Brigjen Tri Budi Utomo.

Ia menegaskan, aparat keamanan akan segera menindak KKB di Beoga karena telah membunuh warga dan membakar rumah serta sekolah.

“Cepat atau lambat kelompok kriminal ini pasti tertangkap,” kata Iqbal.

Situasi keamanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, tak kondusif setelah KKB pimpinan Sabinus Waker diduga berulah di wilayah itu.

Satgas Nemangkawi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Kamis (15/4/2021).(DOK SATGAS NEMANGKAWI)

Awalnya, KKB melakukan penembakan di sebuah kios di Kampung Julugoma, Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 09.30 WIT.

Akibat penembakan itu, seorang guru SD Inpres Beoga Oktovianus Rayo tewas karena ditembak. Pada sore harinya, KKB membakar tiga ruang SMAN 1 Beoga.

Satgas Nemangkawi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Kamis (15/4/2021).(DOK SATGAS NEMANGKAWI)

Dua rumah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, yang tengah terbakar. Kejadian tersebut dilakukan KKB yang telah berada di lokasi tersebut sejak 8 April 2021, Papua, Selasa (13/4/2021)(Dok Humas Polda Papua)

KKB kembali menembak seorang guru pada Jumat (9/4/2021). Dalam penembakan itu, guru SMPN 1 Beoga tewas karena luka di dada.

Masyarakat sempat melarikan Yonatan ke Puskesmas Beoga, tetapi tak bisa diselamatkan.

Proses evakuasi jenazah baru bisa dilakukan hari ini karena KKB masih berada di Lapangan Terbang Beoga.

Setelah Pemkab Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB, jenazah baru bisa dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021).

Lalu pada Minggu (11/4/2021) malam, KKB kembali berulah dengan membakar sembilan ruang SMPN 1 Beoga.

KKB kembali membakar dua rumah guru yang telah mengungsi ke Mimika pada Selasa (13/4/2021).

Personel Brimob dan Raider 715 memukul mundur KKB yang berada di ujung Lapangan Terbang Beoga pada Rabu (14/4/2021) siang. Berkat upaya itu, pesawat yang ditumpangi Satgas Nemangkawi berhasil mendarat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here