Seorang Anak Perempuan dibawah Umur Meninggal diduga Secara Tidak Wajar

0
154

Beritapolisi.com – Polres Metro Bekasi Kota,Sat Reskrim polres metro bekasi kota mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya anak dibawah umur meninggal dunia diduga secara tidak wajar yang ditubuhnya terlihat memar/lebam.TKP Jl. Plebesit Rt.01/04 Kel.Bekasi Jaya Kec.Bekasi Timur Kota Bekasi,Minggu (4/2/2018) pukul 11.15 wib.

Adapun pelapor bernama Susi Librianthy, Bekasi 19 Oktober 1970, Islam, Kader Posyandu Bekasi Jaya, alamat .Jl. Plebesit No.1 Rt.01/04 Kel.Bekasi Jaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi. Lalu Sat Reskrim dan siaga Intel melakukan cek TKP. Tiba di TKP pukul 09.00 wib mendapatkan korban bernama Winda Wulansari, umur 1,2 Tahun, Islam, sudah meninggal dengan ditubuhnya terlihat memar/lebam.

Anak perempuan di bawah umur meninggal dengan tidak wajar (foto: adhy/beritapolisi)

Dengan cepat sat reskrim dan intel meminta keterangan saksi saksi yang berada TKP,saksi yang di mintai keterangan bernama Zastria Tini, Padang 04 April 1976 Islam, Kader Posyandu, Alamat Jl.Plebesit No.68 Rt.01/04 Kel.Bekasi Jaya Kec.Bekasi Timur Kota Bekasi, Dwi Hartati, 51 Tahun, islam, IRT, al. Jl.Plebesit Rt.01/04 Kel.Bekasi Jaya Kec.Bekasi Timur Kota Bekasi dan Ningsih, 40 Tahun, islam, IRT, al. Jl.Plebesit Rt.01/04 Kel.Bekasi Jaya Kec.Bekasi Timur Kota Bekasi

Sat reskrim dan intel bertemu dengan Orang Tua Korban untuk mengetahui kronologis meninggalnya winda wulansari,ibu korban Siti Khanifah, Pemalang, 02 Juli 1990, Islam, swasta, alamat Danasari Rt.14/06 Desa Sanasari Kec.Pemalang Kab. Pemalang,menyampaikan bahwa dirinya bersama korban sebelumnya tinggal di Pemalang sedangkan suami ayah korban Bpk.Angga Irawan bekerja di Jakarta.Dirinya bersama korban sampai di Kota Bekasi pada hari Jum,at 2 Februari 2018 sekitar pukul 22.00. Kondisi korban pada saat sampai di Kota Bekasi sudah ada memar di bagian paha (penyebab tidak diketahui).

Hari Sabtu pagi 03 Februari 2018 korban muntah-muntah diduga akibat masuk angin/kelelahan kemudian ibu korban mengerok korban menggunakan uang coin pada bagian punggung dan lengan kanan & kiri, dada serta perut.

Ibu korban saat di minta keterangan oleh sat reskrim polres bekasi kota (foto: adhy/beritpolisi)

Karena tidak ada perubahan, sekitar pukul 09.00 wib ibu korban bersama dengan Sdr. Deden (adik ipar) membawa korban ke Bidan di daerah Bekasi Kaum. Dari Bidan diberikan obat berupa sirup. Setelah berobat dari Bidan korban langsung dibawa ke tukang urut di daerah Kp. Mede. Pada sore hari korban mengalami buang buang air.

Sekitar pukul 16.00 wib korban minta naik kereta odong-odong ditemani oleh ibu korban. Korban terjatuh dari kereta odong-odong karena korban loncat dari atas kereta odong-odong ketika kereta belum berhenti. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar/benjol dibagian dahi dan bibir bagian dalam berdarah.

Sekitar pukul 18.00 wib (menjelang magrib) korban kembali mengalami kejang-kejang kemudian diminumkan obat dari Bidan selanjutnya korban normal kembali. Sekitar pukul 20.00 wib ayah korban pulang kerja langsung menggendong korban.

Sekitar pukul 20.30 wib korban kembali kejang-kejang akibat panas tinggi dan bola mata sudah melihat keatas. Pukul 21.00 wib korban dibawa ke RS. Mekar Sari langsung mendapatkan penangan dari dokter jaga di UGD. Korban langsung dipakaikan infus. Pukul 23.00 wib karena kondisi korban semakin memburuk dipindahkan ke ruang ICU. Pada hari Minggu 04 Feb 2018 sekitar pukul 05.45 wib ibu korban di panggil oleh dokter mengatakan bahwa keadaan korban semakin memburuk. Sekitar pukul 06.00 wib korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa pulang untuk dikebumikan.(KOMPOL Erna R Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here